Obat Sahabat atau Musuh

22 Jan 2009

 

Kemajuan dalam bidang industri farmasi telah melahirkan berbagai macam obat jadl untuk menunjang upaya pengobatan pasien oleh dokter. Banyaknya zat kimia yang dapat disebut obat berkisar 8.000 buah dan obat jadi yang beredar di seluruh dunia berjumlah beberapa ratus ribu buah. Tidak mengherankan bila informasi tentang obat dewasa ini semakin membanjir sehingga penggunaannya yang tepat memerlukan tanggung jawab dokter, apotik, pasien, dan pihak industri farmasi.

Jumlah obat yang beredar di Indonesia ada sekitar 9.122 merek, sementara yang sudah terdaftar di Depkes RI ada sekitar 15911 merek. Selisihnya ada yang belum beredar atau sudah tidak diproduksi lagi.

Satu pengertian yang harus diingat selalu adalah bahwa OBAT itu artinya RACUN, jadi dengan demikian kita harus senantiasa hati-hati memakainya. Fungsi obat dapat kita analogikan dengan pisau. Jika dosis yang dipakai tepat maka efeknya adalah positif dan jika dosis dan cara pemakaiannya salah maka akibatnya tidak baik untuk kesehatan dan bisa muncul efek samping obat.

Obat modern umumnya ditemukan melalui sintesis kimiawi atau ekstraksi (pengambilan inti sari) dari bahan-bahan alamiah semisal antibiotika penisilin diekstraksi dari jamur penisilum. Setelah suatu senyawa kimia yang diduga memiliki kegunaan dalam pengobatan ditemukan, maka senyawa itu akan diteliti lebih lanjut untuk dipelajari kemungkinannya menjadi obat. Untuk menguji kemungkinan tersebut akan diiakukan serangkaian pemeriksaan seperti .

  1. Pemeriksaan sifat kimia
  2. Pemeriksaan sifat fisika
  3. Pemeriksaan efek farmakologi obat (pengaruh suatu obat pada tubuh kita dan pengaruh tubuh kita terhadap obat tersebut)
  4. Pengaruh calon obat tersebut pada hewan coba

Uji coba pada hewan ini dikenal sebagai uji praklinik (pra = sebelum, klinik = pada pasien) yang meliputi beberapa tahap penelitian dan memakan waktu sekitar 1-2 tahun. Bila data hasil percobaan praklinik yang lengkap dari hewan coba telah diperoleh, barulah dilakukan percobaan pada manusia yang dikenal sebagai uji klinik dan terdiri dari 4 fase dengan tujuan yang berbeda-beda pada setiap fase, seperti :

Fase

Keterangan

Total waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan suatu obat berkisar antara 6-7 tahun dan memakan biaya kurang lebh 300-400 juta US$. Meskipun suatu zat kimia berhasil dikembangkan menjadi suatu obat yang aman dan efektif untuk suatu penyakit, hal ini tidak menjamin bahwa obat tersebut pasti laku dipasar, karena masih ada faktor promosi atau pemasaran dan distribusi dari obat tersebut yang juga turut menentukan apakah suatu obat akan laku atau tidak dipasar. Belum lagi jika dalam waktu yang singkat sejak dipasarkan kemudian muncul obat pesaing yang jauh lebih baik dari obat sebelumnya.

Jadi suatu jenis obat harus melalui berbagai tahap penelitian sebelum dapat digunakan dan dipasarkan secara luas. Dan setiap obat yang sudah dipasarkan juga senantiasa dinilai kembali di lapangan bila ternyata menimbulkan masalah atau bila ternyata riskonya lebih besar daripada manfaatnya, maka obat tersebut akan ditarik kembali dari pasar. Inilah alasan-alasan kenapa obat pada umumnya mahal.

Selanjutnya adalah dokter yang menentukan obat apa yang sesuai untuk setiap kasus. Setiap pasien berbeda satu dengan yang lain sehingga mungkin untuk menangani suatu jenis penyakit yang sama ternyata diperlukan obat yang berbeda untuk pasen yang berbeda. Hal ni disebut suatu pendekatan indvidual dan merupakan suatu cara pengobatan yang terbak.

Yang penting lagi obat yang tepat juga tidak cukup, harus disertai cara pemakaiannya yang benar. Tahukah anda setiap tahunnya sekitar setengah resep yang diberikan oleh dokter tidak dipakai dengan cara yang sesuai? Survei Kesehatan Rumah Tangga di Amerika Serikat oleh Office of the Inspector General (DHHS) pada tahun 1990 menunjukkan dari 1.600.000.000 resep yang diberikan, 55% di antaranya tidak dipakai dengan cara yang benar.

Cobalah tanyakan pada diri anda sendir pertanyaan-pertanyaan berikut :

  • Apakah anda pernah mendapat resep dari dokter dan tidak menebusnya di apotik atau menebus hanya separuh resep?
  • Apakah anda pernah lupa minum obat anda pada jam yang ditentukan?
  • Apakah anda pernah berhenti minum obat karena merasa sudah sembuh padahal obat dari dokter tersebut belum habis?
  • Apakah anda pernah menaikkan atau menurunkan dosis obat yang diberikan dokter tanpa terlebh dahulu berkonsultasi dengan dokter?

Jika anda menjawab ya pada salah satu pertanyaan di atas, maka berarti anda sudah tidak mengikuti nasihat yang diberikan dokter. Namun jangan khawatir karena anda tidak sendirian. Sekarang sudah saatnya anda Iebih berhati-hati demi kesehatan diri anda sendiri. Ada cara yang mudah agar obat anda dapat bekerja dengan optimal yakni pastikan anda mengerti cara meminum obat yang diresepkan oleh dokter, kemudian lakukan hal itu, persis seperti yang dianjurkan.

Bagaimana bila saya tidak mengerti aturan pemakaian obat tersebut?

Aturan pemakaian yang tertera di kemasan obat seringkali sangat pendek sehingga kurang jelas. Tanyakan pada dokter atau apoteker tentang cara meminum obat yang diberikan pada anda. Misalnya untuk obat golongan antibiotika, beberapa jenis obat in harus dmnum sebelum makan namun beberapa justru harus diminum sesudah makan, jadi jangan lupa untuk bertanya pada dokter atau apoteker tentang aturan minum obat yang benar.

Berikut adalah contoh dari beberapa aturan yang umumnya tertulis dan artinya :

Diminum setelah makan

Artinya jangan minum obat ini dengan perut kosong karena dapat mengakibatkan terjadinya gangguan pada lambung. Jika anda belum makan, makan beberpa buah biskuit atau beberapa potong roti dulu, kemudian baru minum obat anda.

Diminum sebelum makan

Artinya minum obat ini 1 atau 2 jam sebelum makan.

Diminum tiga kali sehari

Artinya obat diminum setiap 8 jam (24 jam dibagi 3 kali). Misalnya, anda minum satu tablet pada jam 07.00 Wib, berarti anda harus minum dosis berikutnya pada jam 15.00 Wib dan dosis terakhir pada jam 23.00 Wib. Hal ini perlu dilakukan karena dapat mempengaruhi efektifitas obat tersebut pada penyakit yang sedang dialami. Jika jam minum obat ini mengganggu atau suiit diikuti, mintalah pada dokter obat yang frekuensi pemberiannya lebih jarang, semisal satu kali sehari atau dua kali sehari. Atau jika terpaksa 3 kali sehari, aturlah jam minum tersebut sedemikian rupa agar tidak terlalu sulit dilakukan

Diminum dua kali sehari

Artinya obat diminum setiap 12 jam (24 jam dibagi 2 kali). Contohnya, anda minum satu tablet pada jam 07.00 Wib maka satu lagi pada jam 19.00 Wib.

Diminum setiap 4-6 jam

Sesuai kebutuhan biasanya aturan ini ditulis untuk obat yang berguna dalam menghilangkan gejala-gejala penyakit, seperti batuk, pilek atau nyeri. Minum obat tersebut bila anda memerlukannya, tapi jarak waktu anda minum obat tersebut minimal harus 4-6 jam dari waktu terakhir anda minum obat tersebut. Jika gejala-gejala tidak muncul lagi, mungkin anda tidak perlu meminumnya lagi. Segera beritahu dokter anda.

Kenapa jam meminum obat harus selalu diperhatikan dengan baik? Apakah dosis 3 kali sehari bisa dijadikan 2 kali sehari ?

Jam minum obat harus dipatuhi dengan baik, apalagi jika itu menyangkut obat-obat antibiotika, obat-obat untuk penyakit kronik seperti asma, kencing manis, jantung, dan sebagainya. Frekuensi pemberian obat tidak boleh diubah-ubah karena hal ini bisa mempengaruhi kadar obat tersebut dalam darah.

Semisal kadar obat anti tekanan darah tinggi yang terlihat pada grafik di bawah ini, dimana pasien meminum obatnya SESUAI anjuran dokter yakni setiap pagi antara jam 07.00 sampai 08.00 (grafik warna hitam) dan pasien yang minum obatnya TIDAK SESUAI anjuran dokter (grafik warna biru).

Terlihat bahwa jika obatnya diminum seperti biasanya pada jam 07.00 maka kadar obatnya SUDAH akan berada dalam jendela terapeutik (area kadar obat efektif) pada jam 08.00 sesuai dengan waktu yang diinginkan, sementara jika obatnya baru diminum pada jam 10.00, maka efek terapinya baru muncul pada jam ke 11.00, sehingga ada kekosongan efek terapi antara jam 08.00 sampai jam 11.00 (3 jam). Dan hal ini tidak baik, apalagi untuk obat tekanan darah tinggi yang mengingat serangan jantung sering terjadi pada pagi hari antara jam 06.00-10.00.

Satu hal lagi yang harus anda ketahui dan sering tidak terdapat dalam petunjuk di kemasan adalah interaksi obat dengan makanan minuman atau dengan obat yang lain, baik obat resep atau obat yang dijual bebas atau OTC (over the counter). Mungkin anda tidak menyadari, namun kafein yang terdapat dalam kopi, teh atau soft drink dapat mempengaruhi kerja beberapa antibiotika.

Begitu pula produk olahan seperti keju, susu, es krim, dan yogurt. Bahkan coklat dan alkohol pun dapat mempengaruhi kerja beberapa obat tertentu. Jadi jangan lupa untuk bertanya pada dokter atau apoteker apakah ada makanan atau minuman yang harus anda hindari selama minum obat tersebut.

Beberapa obat dapat mempengaruhi kerja obat yang Iain. Efeknya dapat saling meningkat yang disebut sinergisme atau justru saling melemahkan (antagonisme). Kadang-kadang juga terjadi efek samping yang tidak akan muncul bila hanya salah satu obat yang diminum. Efek samping obat yang terjadi bisa bervariasi, mulai dari yang biasa seperti sakit perut, mual hingga yang berat seperti kejang-kejang dan Iain-Iain. Efek samping yang berat dan mengancam jiwa dapat terjadi namun sangat jarang.

Singkatnya, beberapa obat tidak dapat diminum bersamaan dengan yang lain, bahkan dengan vitamin sekalipun, apalagi obat-obat bebas yang bisa dibeli tanpa resep. Beberapa contoh obat yang bila diminum bersamaan dengan obat Iain akan berpengaruh satu dengan yang lainnya, semisal bila obat A diminum bersama obat B, maka akan muncul efek sebagai berikut:

Obat A

Obat B

Obat B

Efek

Bila mendapat obat, anda sebaiknya :

  • Tanyakan pada dokter dengan jelas tentang obat yang anda dapatkan
  • Jelaskan pada dokter jika anda telah atau sedang memakai obat lain, baik obat resep dari dokter atau obat bebas. Termasuk pula vitamin, salep kulit, atau obat tetes mata
  • Baca aturan pemakaian yang tertera saat anda menebusnya di apotik.
  • Bila kurang jelas, tanyakan pada apoteker
  • Simpan obat dalam kemasan yang diberikan oleh apoteker

Yang harus anda ketahui mengenai obat tersebut adalah :

  • Nama dagang obat (dan kalau bisa nama zat aktifnya)
  • Mengapa anda memerlukannya (indikasi obat)
  • Cara pemakaiannya (diminum setelah atau sebelum makan)
  • Dosisnya (jumlah mg sekali minum dan frekuensinya)
  • Lama pemakaian dan apakah perlu mendapatkannya lagi setelah habis
  • Efek samping yang mungkin timbul dan apa yang harus dilakukan jika timbul
  • Pantangan terhadap makanan, minuman, obat lain atau kegiatan lain
  • Cara menyimpannya (Masa kadaluarsanya)

TIPS

  1. Untuk membantu anda, buatlah daftar kecil berisi nama obat-obat yang anda minum dan cara minumnya. Simpanlah daftar tersebut dalam dompet anda dan perbaharuilah bila terdapat perubahan. Coret bila anda tidak perlu meminumnya Iagi dan tambahkan nama baru bila anda harus minum obat baru. Selain mengingatkan diri anda sendiri, daftar ini akan sangat membantu bila anda berkunjung ke dokter atau sesuatu yang tidak anda inginkan terjadi pada diri anda, semisal kejadian sesak napas atau pingsan
  2. Carilah hal-hal yang dapat membantu anda mengingat saat minum obat sesuai aturannya. Misalnya, segera setelah makan, saat istirahat di kantor, atau sebelum tidur
  3. Mintalah bantuan keluarga terdekat untuk mengingatkan anda untuk minum obat
  4. Untuk obat dengan frekuensi pemberian yang Iebih dari 2 kali sehari, aturlah jam minum dosis pertama agar pada dosis kedua dan ketiga dapat dimnum pada jam yang masih nyaman dan tidak sedang istirahat atau tidur.
  5. Simpan obat anda di tempat-tempat yang mudah terlihat. Namun ingat, jangan diletakkan di tempat yang mudah dijangkau oleh anak-anak dan jangan diletakkan di tempat yang lembab, seperti di kamar mandi. Beberapa obat harus disimpan dalam lemari es, baca petunjuk atau tanyakan pada dokter atau apoteker.
  6. Jangan sampai kehabisan obat, terutama bila obat tersebut diresepkan oleh dokter untuk diminum secara jangka panjang. Segera kembali ke dokter sebeium obat anda habis. Perhitungkan akhir pekan dan hari-hari Iibur. Berikan tanda dalam agenda atau kalender anda sehingga tidak terlupakan
  7. Jangan mengubah aturan pemakaian obat anda sendiri, terutama dosisnya. Ikuti anjuran dokter. Jika ada pertanyaan atau masalah, tanyakan pada dokter atau apoteker

Bolehkah saya mengobati diri sendiri?

Pada dasarnya pengobatan sendiri adalah suatu upaya yang lazim dilakukan oleh setiap orang sebelum dikenalnya profesi penyembuh, seperti dokter, dalam masyarakat. Hingga sekarang pun, pengobatan sendiri tetap berlangsung. Di Indonesia obat yang beredar sangat banyak, pengamanan hukum masih lemah, taraf pendidikan sebagian besar masyarakat masih rendah dan informasi belum memadai, sehingga kemungkinan salah menggunakan obat dalam usaha pengobatan sendiri cukup besar dan akibatnya bisa menjadi serius.

Di Indonesia obat dibagi menjadi beberapa jenis dengan tanda/logo yang tercetak berbeda-beda di kotak kemasan seperti :

  1. Lingkaran Hijauadalah Obat bebas (OTC). Dijual di Apotik, Toko obat, dll.
  2. Lingkaran Biruadalah Obat bebas terbatas. Dijual di Apotik & Toko obat saja
  3. Lingkaran Merahadalah Obat keras. Dijual di Apotik saja dan hanya dapat diperoleh dengan resep dari dokter.

Obat-obat yang cukup aman untuk gangguan-gangguan ringan yang dapat dikenali sendiri boleh dibeli tanpa resep dan dipakai sendiri dalam jangka waktu yang terbatas, bila setelah satu dua hari ternyata gejalanya tidak berkurang, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter. Obat-obat ini terutama adalah obat jenis OTC (over the counter), yang biasa dijual bebas di apotik, toko obat, supermarket atau terdapat dalam iklan di berbagai media.

Sebenarnya pengobatan sendiri bukan hanya dibenarkan tetapi perlu dianjurkan sampai batas-batas tertentu. Coba bayangkan bila hanya untuk penyakit yang sepele saja seperti sakit kepala, orang harus berobat ke dokter untuk mendapatkan obat. Memang tenaga, waktu, dan biaya pelayanan kesehatan sangat terbatas jumlahnya sehingga pengobatan sendiri dapat mencegah terjadinya pemborosan sarana maupun dana.

Di lain pihak, ada pertimbangan-pertimbangan mendasar mengapa pemakaian obat sebaiknya tidak sepenuhnya diberikan pada masyarakat. Walaupun obat tersebut telah dinilai sangat aman namun sebagian besar masih memerlukan pengawasan dokter dalam pemberiannya karena berbagai hal, seperti efek obat tersebut dapat menyelubungi kondisi penderita sehingga diagnosis penyakit menjadi sulit ditegakkan atau periu dilakukan modifikasi dosis karena perbedaan kondisi penyakit penderita. Jadi berhati-hatilah biia melakukan pengobatan sendiri. Ingat, baca dengan teliti aturan pemakaian yang tertera daiam kemasan obat dan pakailah sesuai anjuran. Jangan berlebihan atau kurang dari anjuran seharusnya. Yang lebih penting lagi adalah bila penyakit anda tidak membaik atau terjadi efek samping dari obat tersebut maka segera temui dokter anda. Dan bila anda berobat ke dokter, jelaskan sejujurnya pengobatan sendiri apa saja yang telah anda Iakukan agar dokter dapat menilai penyakit anda dengan baik.

Ada beberapa pertanyaan mengenai obat yang sering muncul dalam usaha mengobati diri sendiri:

  • Jika obat yang saya minum tidak mengurangi gejala, bolehkah saya minum lebih banyak?
Jangan mengubah dosis obat yang anda minum, kecuali dokter menyatakan demikian. Obat-obatan tidak selalu bekerja serupa pada setiap orang. Beritahu dokter anda bila anda tidak merasa lebih baik setelah 1-2 hari.

  • Obat saya menyebabkan perut terasa tidak enak. Bolehkah saya minum lebih sedikit?
Mungkin gangguan tersebut bukan disebabkan dosis obat anda. Beberapa obat memang memiliki efek samping tersebut, tidak peduli berapa dosis yang diminum. Jika gangguan tersebut sangat berat, hubungi dokter anda.

  • Saya merasa lebih baik jika tidak minum obat. Bolehkah saya berhenti minum obat?
Tentu tidak! Beberapa penyakit yang berbahaya seperti penyakit darah tinggi, kencing manis, glaukoma, dan kolesterol yang tinggi tidak menimbulkan gejala pada awalnya. Bahkan mungkin anda tidak menyadari sama sekali bahwa anda menderita penyakit ini bila tidak diberitahu dokter. Tapi anda sangat membutuhkan obat-obtan ini karena bila penyakit ini tidak dijaga, maka penyakitnya akan menjadi parah atau terjadi kelainan-kelainan Iain yang berbahaya. Misalnya, penyakit darah tinggi dapat merusak jantung dan ginjal tanpa pengobatan yang baik dan teratur.

  • Bulan lalu saya mendapatkan obat yang sama dengan yang didapat kakak saya sekarang. Bolehkan saya minum obat kakak saya sekarang?
Anda tidak boleh minum obat orang Iain. Setiap orang memiliki perbedaan tersendiri. Suatu obat yang cocok untuk seseorang, belum tentu cocok untuk anda bahkan. mungkin berbahaya untuk anda. Sebaiknya berkonsuitasikan duiu dengan dokter anda biia akan minum obat, terutama obat-obat yang diresepkan

  • Saya sudah merasa lebih baik. Bolehkan saya berhenti minum obat?
Dokter telah menentukan jumlah obat yang harus anda minum. Jika anda menghentikan obat sebelum waktunya, mungkin penyakit anda akan menjadi Iebh parah. Misalnya obat golongan antibiotika, anda harus minum obat ini hingga habis sesuai anjuran dokter untuk menghindari terjadinya resistensi kuman. Apa yang dimaksud dengan resistensi kuman? Bila anda tidak mnum obat ini hingga habis, kuman-kuman yang ada belum mati seluruhnya dan mereka akan berkembang biak. Penyakit anda akan timbul kembali, bahkan menjadi Iebih berat karena kuman-kuman ini sekarang telah mengenal antibiotika jenis tersebut dan dapat melawannya dengan mengubah materi genetik mereka. Akibatnya untuk pengobatan berikutnya anda harus memakai jenis antibiotika yang lebih baru dan biasanya lebih mahal. Kalaupun uang tidak menjadi masalah dengan anda ingat penemuan jenis antibiotika yang baru memerlukan penelitian yang cermat dan waktu yang lama, sehingga jika harus bergerak cepat untuk menemukan jenis antibiotika yang baru. Mungkin akhirnya antibiotika yang diperlukan belum ditemukan atau belum selesai diteliti.

  • Berapa lama saya boleh menyimpan obat unluk berjaga-jaga seandainya saya memerlukannya di kemudian hari?
Sebaiknya anda tidak menyimpan obat yang memerlukan resep dokter. Sekalipun anda merasa penyakit atau gejalanya sama dengan yang dulu, namun mungkin saja penyakitnya kini berbeda dan kali ini obat yang dulu tidak cocok lagi untuk anda. Hanya dokter yang berwenang menentukannya. Jangan lupa juga, obat memiliki tanggal kadaluarsa seperti makanan kaleng atau batere. lni harus selalu diperhatikan sebelum minum obat. Jadi penyimpanan yang terlalu lama tidak akan berguna dan berbahaya.

  • Bolehkah saya membeli obat yang diresepkan dokter di toko obat karena harganya Iebih murah?
Secara hukum, obat yang diresepkan dokter hanya dapat dibeli di apotik. Alasan paling penting adalah faktor keamanan bagi anda sendiri. Obat memerlukan perlakuan khusus agar tidak rusak atau tercemar, sementara cara pengiriman dan penympanan obat oleh toko obat tidak dapat menjamin keadaan tersebut. Jika terjadi suatu kerugian pada pihak pasien akibat kerusakan obat, maka pasien tidak berhak bertanya atau berkonsultasi dengan pihak produsen obat (industri farmasi) karena kesalahan terjadi pada cara pengiriman dan penyimpanan. Belum lagi obat asli tapi palsu atau obat selundupan dari negara lain yang disamarkan dengan istilah impor dari negara lain. Obat-obat ini juga keamanannya tidak dapat dijamin karena demi kebaikan anda sendiri, khusus untuk obat yang diresepkan oleh dokter sebaiknya anda hanya membelinya di apotik. Sebelum membelinya, anda dapat menanyakan harga obat tersebut di beberapa apotik sebagal perbandingan dan agar memperoleh harga yang paling rendah. Ingat, keamanan anda lebih penting daripada jumlah uang yang dikeluarkan. Apalagi bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akibat obat-obat yang tercemar itu maka jumlah uang yang dikeluarkan akan jauh lebih besar.

DIS-MGT/web/article 005/31/01/05

Referensi

  1. Prescription for health. Pfizer. 1996.
  2. Penuntun Diskusi Farmakologi. Bagian Farmakologl FKUI Jakarta. 1995.
  3. Farmakologi dan Terapi. Edisi 4. Bagian Farmakologi FKUI. 1995.
  4. Informasi dari DepKes via Internet (www.depkes.go.id)
Kirim Artikel
Link Terkait
- link
- link


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post